Selasa, 16 Mei 2017

Catatan kecil anak kedua (2)

Aku terlalu berotasi pada kakakku sejak kecil.
Sampai catatan kecil ini ku ketik, aku baru sadar kalau aku kurang memperhatikan adikku, si bungsu.
Dia satu-satunya anak laki-laki di keluargaku. Dia tumbuh tanpa aku sadari. Perubahan suaranya, tingginya, jakunnya. hahaaa. Aku tak tahu bahwa dia sudah sebesar itu.
Tidak banyak yg aku ingat tentangnya. Dia selalu berkelahi dengan kakakku. Mereka berdua pembuat onar di rumah. Jika mereka berisik, aku pasti pergi.
Aku merindukan kala itu.
Kadang aku menyesal kenapa aku masuk asrama pada saat SMA. Aku menyesalinya karena aku tidak bisa melihat perkembangan si bungsu. Dia jago di bidang apa. Dia hobinya apa. Dia sukanya apa. Mungkin makanan kesukaan, aku cukup tahu. Tapi kalo yang lain, aku menyesalinya karena aku sepertinya tidak mengenal pribadinya.
Aku baru sadar hal ini ketika kakakku memilih pilihannya. Dan aku harus memperhatikan adikku, itu pesan papa dan mama pertama kali aku mendapat predikat pengganti kakak. hahaa..
Dan tuntutan-tuntutan lainnya pun dimulai...