Sedikit cerita tentang kejadian itu.
Hebohnya persiapan kondangan saat itu ternyata tidak menutup kepiluan ini.
Dia temanku, tidak dekat memang. Tapi teman seangkatan lebih dari 5 tahun.
Lamanya pertemanan memang tidak menjamin persahabatan.
Hanya saja, melihat pesta itu sedikit membuatku terusik dan tersenyum kecut.
Aku teringat dia, si anak pertama.
Mungkin ini yg dirasakan orang tuaku saat mendatangi pesta pernikahan anak temannya. Sedikit pilu memang.
Terbersit mengapa pernikahan dia tidak seperti ini, mengapa dia memilih jalan itu, mengapa semua tidak terjadi sesuai rencana.
Memang semua sudah diatur yg maha kuasa. Tapi setidaknya usaha harus dilakukan.
Aku bisa saja meninggalkan semua ini, seperti dia.
Tapi tidak.
Orang tua ku tetap menjadi priotitas utama saat ini.
Melihat seorang teman yg bahagia, cukup membuatku tersenyum tapi tetap terbersit celah itu.
Diaebelahnya ada adiknya yg berlinang air mata. Aku cukup tahu rasa itu. Seolah2 aku kembali pada masa itu. Tapi tetap dia lebih beruntung karena dia memiliki seorang kk dan ipar yg cukup bertanggung jawab.
Selasa, 17 Oktober 2017
Catatan kecil anak ke dua (3)
Kamis, 07 September 2017
Ulangtahun untuk Dirimu Disana
Hai kak.
Apa kabar dirimu disana?
Aku ingin menyampaikan sesuatu kak
Tentang secuil memori
Alarm ku tadi berbunyi mengingatkan dirimu yg lahir pada hari ini
Membuatku mengingat penggalan2 kenangan masa kecil kita
Kak, rasanya baru kemarin kita bermain, belajar conversation, belajar masak, jogging bersama, bermain kembang api, nonton naruto, the last airbender, legend of korra dll
Rasanya baru kmrn juga kau menasihatiku karena ketidak pd an ku
Kau menegaskan bahwa aku cantik dgn menjadi diriku sendiri
Rasanya baru kmrn juga kau meminta merekam suara mu dgn lagu yg baru kau tulis
Kau menunjukkan buku lagu yg membuat ku berfikir buku itu adalah buku magis yg isinya lirik2 penyentuh jiwa
Aku suka suaramu yg menenangkan itu kak
Aku suka lagu2 dgn suara tinggi karena kau juga suka kak
Aku suka dirimu kak
Menyukai kakakku yg luar biasa
Hai kak,
Maaf
Aku tidak bisa menulis kata2 yg menyentuh
Karena aku bukan dirimu kak
Tapi semoga dirimu tahu
Tulisan yg diketik ini hanya sebagian kecil tanda kerinduanku pada dirimu
Tanda bahwa aku mencintaimu
Kakak
Salam rindu
Adikmu, yang akan selalu menjadi adik kecilmu
Jumat, 04 Agustus 2017
Catatan Kecil anak ke dua (3)
Untuk menjaga perasaan dan harapan orang tua ataupun menjadi contoh yang baik untuk adik satu-satunya.
Aku rasa aku tidak cocok untuk hal itu.
Ada satu hal yang entah baik atau tidak yang telah aku patuhi. Karena sebuah kisah lucu terjadi dalam hidupku baru-baru ini.
Jodoh itu mendekat tapi apa boleh buat bahwa mereka memberikan "anjuran" (yang artinya harus dipatuhi) untuk menundanya. Ternyata sebulan kemudian kabar itu datang dan menunjukkan dia bukan jodohku. Berita itu datang bersamaan dengan gagalnya target pekerjaanku.
Aku tidak frustasi karena memang aku belum memiliki perasaan apapun. Tapi tetap saja, berita itu sedikit mengganggu.
Aku tidak tahu, apakah kepatuhanku itu memiliki makna yang berarti. Atau Dia memiliki skenario yang lebih indah untukku mendatang. Semoga saja, kepatuhan ini berdampak baik untukku dan orang-orang sekitarku.
Selasa, 16 Mei 2017
Catatan kecil anak kedua (2)
Sampai catatan kecil ini ku ketik, aku baru sadar kalau aku kurang memperhatikan adikku, si bungsu.
Dia satu-satunya anak laki-laki di keluargaku. Dia tumbuh tanpa aku sadari. Perubahan suaranya, tingginya, jakunnya. hahaaa. Aku tak tahu bahwa dia sudah sebesar itu.
Tidak banyak yg aku ingat tentangnya. Dia selalu berkelahi dengan kakakku. Mereka berdua pembuat onar di rumah. Jika mereka berisik, aku pasti pergi.
Aku merindukan kala itu.
Kadang aku menyesal kenapa aku masuk asrama pada saat SMA. Aku menyesalinya karena aku tidak bisa melihat perkembangan si bungsu. Dia jago di bidang apa. Dia hobinya apa. Dia sukanya apa. Mungkin makanan kesukaan, aku cukup tahu. Tapi kalo yang lain, aku menyesalinya karena aku sepertinya tidak mengenal pribadinya.
Aku baru sadar hal ini ketika kakakku memilih pilihannya. Dan aku harus memperhatikan adikku, itu pesan papa dan mama pertama kali aku mendapat predikat pengganti kakak. hahaa..
Dan tuntutan-tuntutan lainnya pun dimulai...