Aku yang terdampar. Ya, seperti judulnya. Aku merasa tidak ada yang bisa mengerti aku.
Aku seperti tidak dianggap lagi.
Entah apa yang salah pada diriku.
Entah apa yang membuatmu membenciku.
Padahal pertemuan kita akan berakhir.
Apakah ada kenangan yang kubuat untukmu, yang menurutku kenangan indah, justru membuatmu sengsara?
Aku merasa tidak berguna, karena caramu.
Aku merasa tidak baik untuk ada di sekitarmu.
Aku yang berjiwa lemah ini, tak mampu menampung rasa bersalahku terhadapmu.
Aku terlalu kacau, untuk hidupku apalagi orang yang ada disekitarku.
Aku selalu ingin memberikan yang terbaik untuk orang-orang yang ada disekitarku.
Tapi mungkin hal yang ingin kulakukan justru membuatmu kecewa.
Aku tiada berhenti mengucapkan maaf, karena hanya itu yang bisa kulakukan.
Aku tak mengerti bagaimana seharusnya menyampaikan bahwa "Aku care lho sama kamu".
Aku benar-benar tidak bisa mengungkapkannya.
Karena aku tak mampu mengutarakan sehingga aku ingin membuatmu bahagia dengan caraku.
Aku tidak tahu sebegitu kecewanya dirimu padaku.
Sampai pada akhirnya, kau pergi.
Pergi
Pergi
Pergi
Sejujurnya, aku telah introspeksi, dari dulu banyak teman yang kuanggap sahabat ternyata mereka tidak menganggapku demikian.
Satu pergi,
Dua pergi,
Tiga dst.
Teman yang selalu ada untukku.
Teman yang selalu care denganku.
Teman yang selalu sedih melihatku sedih.
Teman yang selau ada di saat aku butuhkan.
Sehingga aku ingin memberikan yang sama dan lebih padanya.
Sehingga kuartikan sahabat.
Tapi ternyata pemahaman ku itu selalu salah.
Teman itu hanya teman.
Tapi sahabat lebih dari teman.
Justru yang lebih dari teman itu, she is so far from me.
I miss my Best Friend.
I need my Best Friend.
Can you help me from this situation?
Please, Come back!!
Come to me.
I will tell everything I felt.
Please, Come back!!
Cause I don't know where are you.
Cause I can't see you.
Cause I can't found you.
Would you like to come back??



Tidak ada komentar:
Posting Komentar