Annyeong Yorobeun...
Udah lama ya nggak ngeblog aku. Secara, sibuk ngikutin Soo Hyun oppa syuting. Heheee
Baru-baru ini aku baru download movienya oppa, The Thieves. Action Movie, keren deh. Karena ada Soo Hyun oppanya. Hahaaaa..
HhMmm.. Banyak banget ya basa-basinya. Oke, I wanna tell about become a college student.
Pertama, seneng banget udah lulus di Universitas Sriwijaya, Program Studi Kedokteran Gigi ini (semoga cepat jadi Fakultas ya, Amiiin). Berbagai ucapan terimakasih kuucapkan kepada semua pihak, terutama yang menciptakan dunia yang begitu indah ini, Allah SWT (mendadak serius). Berkali-kali aku bersyukur udah masuk.
Kemudian MOS atau ospek atau PKK atau apalah sebutannya, tetep intinya perkenalan kampus. Seperti MOS MOS pada umumnya, kakak kakaknya ganteng-ganteng, cantik-cantik, dengan kebaikan hatinya memeperkenalkan kampus tercinta ini kepada kami, junior mereka. Dengan senyuman penuh harap, nggak diapa-apain, dengan berbagai doa dihaturkan agar terhindar dari kesalahan-kesalahan yang akan membuat perubahan sikap kating aku lakukan. Tapi tetap saja, aku kena hhmmmmm mainin. Selama aku menjadi pelajar aku merasa nggak pernah buat salah (kecuali dalam ngerjain PR, hehee, ketahuan) dan kini aku telah membuat sejarah dalam coretan kisah hidupku sendiri.
Hari pertama ospek, rambut diikat dan dikepang satu. Karena rambutku pendek (nazar lulus SNMPTN, hehee) aku ngeikat rambut itu setengah tingginya. Kan jadi lucu gitu. HAhaa.. Ternyata itu tidak boleh. Berbagai upaya aku lakukan supaya rambut pendek ini bisa diikat dengan bantuan teman-teman kelompok ospekku, (dirahasiain namanya, privasi) tapi kita panggil saja Risma, Cindy, dll. Akhirnya keikat dengan tidak sempurna. Yah, lumayanlah ada usaha. HAhaaa. Hari kedua, kalo nggak salah itu yang paling buat aku maluu. Kami disuruh buat dasi dan tali pinggang dari tali rapia tiga warna dan dikepang. Yahh, dengan modal seuprit aku minta bantuan sepupuku. Dan ternyata aku salah minta bantuan. Dia itu emang orangnya humoris nggak ketolongan. Sampe buat ini aja main-main. jadilah dasi perwarna ditempel pake benang, dan tali pinggang ujungnya dilepas kecil-kecil. Apa yah namanya, aku sebut itu hula-hula. Aku pake pas ospek, dan aku lupa ngegunting tuh hula-hula. Akhirnya, aku dapet julukan "hawaian girl". Dan disuruh nari-nari gitu di depan kating yang termasuk komdis (komisi disiplin), sambil tereak-tereak yang nggak tau apa artinya. Dan ternyata itu artinya adalah panggilan dia. Waduhh, mulai deh kena lagi. Fuiihhh (hela nafas daleeeeem banget). Oke, The last day of ospek, kami diajak ke lab anatomi. Dan muncullah perasaan khawatir, takut, takjub, keringat dingin itu nyampur deh jadi satu karena kami bakal ketemu yang namanya kadaver. Fuiiihh... Pertama masuk, amatku langsung perih, baunya menyengat (mungkin kadar formalinnya tinggi ya). Stop, aku nggak mau inget itu. Tapi aku pengen tetep cerita. Intinya aku ke kadaver kecil dan besar, masing-masing dua kali. dengan berbagai tindakan. Misalnya ngeazanin kadaver sedekat mungkin ke telinganya dan menimang bayi itu. Waahhhh...
Stop, nggak mau inget lagi deh. Aku akan cerita mulai dari awal masuk dunia perkuliahan. Hari pertama kuliah, kalo nggak salah diadakan tes toefl untuk mahasiswa baru di gedung Lembaga Bahasa. Because I lated so I haved to sit in different room. No problem (maybe). Next, kami ke kampus Kedokteran Gigi (yang seterusnya aku sebut kage), kami ngurus krs untuk pertama kalinya. Karena kedodolanku, aku lari-lari dan akhirnya keseleo di depan teman-temanku (untungnya udah pada dikit karena udah pada keluar) dan yang ngeliat aku tuh bukannya nolongin tapi ketawa. Sebel nggak tuh. Tapi yah gitu deh, It's great for the first time. Sakit bener dah kaki kiriku sampe semingguan sakitnya belum hilang (saking parahnya keseleo itu, new shoes was broked. mewek deh.. huhuuu...
Beberapa minggu kemudian, hasil dari tes toefl keluar. I looked for, looked for again, looked for again, nothing my name. Apa? Nggak ada. Only me? Dideretan nama nggak ada namaku. Oke fine.. nggak papa. Mungkin karena aku telat kali yaa.. Dan akhirnya. Pasrah. Ikutan lagi aja nanti.
Acara-acara wajib sebagai anak baru seperti biasanya yang selalu ada sejak aku SMP, salah satunya adalah mentoring. The last of mentoring, we went to Al Ghozali mosque. Kelompok mentoringku akhirnya pake bis ke palembang. Dan turun di Jembatan Ampera, terjadilah "The Thieves" pada diriku. BB dari adik tersayangku pada akhirnya hilang. Himdeuroso? NEEE, Choooooongmal himdeuro. Pas tas itu dibuka itu, terasa. Dan aku periksa, nggak ada yang hilang, karena BB tu kupakein plastik untuk BB itu. Aku lupa namanya. Warnanya merah, ada kok di tas. Jadi aku nyantai aja. Paling orang itu, nggak sempat ngambilnya. Dan kucek lagi pas nyampe, ternyata yang warna merah itu adalah gunting yang dimasukin oleh mamaku karena katanya cadangan kali aja butuh. Waahhh, yang merah satunya manaa?? BB oh BB..
Well, masih banyak lagi kesialan yang menimpaku.
Aku akan tetap terus bertahan.
with smile
Tidak ada komentar:
Posting Komentar