(Dia pergi di saat aku berada di tempat yang tidak ada sinyal aka kkn)
43 hari
Siang malam tanpa henti
hidup dalam ketenangan hati
di desa ibu pertiwi
burung-burung bersajak
tetesan embun pun beriak
menghirup segarnya udara desa sejenak
mengstirahatkan gemerlapnya kota yang sesak
43 hari
bukan waktu yang lama
namun juga cukup panjang untuk dirasa
bahkan banyak yang terjadi karena takdir yang menyapa
sapaan dari yang hadir dan lambaian dari yang pergi
sedih tak terbatas mendapati dirinya hadir namun tak kembali
43 hari
merusak indraku atas bisikan-bisikan dunia fana
mengganggu korneaku hingga samar karenanya
layaknya mimpi boleh dikata
air mata jatuh ketika tahu kondisinya
dia yang pergi tanpaberkata
pun meninggalkankarya yang dicipta
karya yang dingin dan penuh makna
meremukkan hati jiwa-jiwa yang mencintanya
2 minggu dari 43 hari dia pergi
karyanya akan kami jaga di hati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar