Selasa, 17 Oktober 2017

Catatan kecil anak ke dua (3)

Sedikit cerita tentang kejadian itu.
Hebohnya persiapan kondangan saat itu ternyata tidak menutup kepiluan ini.
Dia temanku, tidak dekat memang. Tapi teman seangkatan lebih dari 5 tahun.
Lamanya pertemanan memang tidak menjamin persahabatan.
Hanya saja, melihat pesta itu sedikit membuatku terusik dan tersenyum kecut.
Aku teringat dia, si anak pertama.
Mungkin ini yg dirasakan orang tuaku saat mendatangi pesta pernikahan anak temannya. Sedikit pilu memang.
Terbersit mengapa pernikahan dia tidak seperti ini, mengapa dia memilih jalan itu, mengapa semua tidak terjadi sesuai rencana.
Memang semua sudah diatur yg maha kuasa. Tapi setidaknya usaha harus dilakukan.
Aku bisa saja meninggalkan semua ini, seperti dia.
Tapi tidak.
Orang tua ku tetap menjadi priotitas utama saat ini.
Melihat seorang teman yg bahagia, cukup membuatku tersenyum tapi tetap terbersit celah itu.
Diaebelahnya ada adiknya yg berlinang air mata. Aku cukup tahu rasa itu. Seolah2 aku kembali pada masa itu. Tapi tetap dia lebih beruntung karena dia memiliki seorang kk dan ipar yg cukup bertanggung jawab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar