Senin, 19 Agustus 2019

Catatan Kecil Anak kedua : tentang si bungsu

Dia satu-satunya anak laki-laki.
Si bungsu yang bersifat bungsu
Yang minggu ini akan diwisuda
Wisuda ketika orang tua kami sedang ibadah haji

Ditinggal beberapa minggu, ternyata menjadikan rumah itu bak bencana
Si dia yang menjaga rumah tetapi dalam konteks menjaga saja
Si bungsu yang diberi tanggungjawab mengelola keuangan.
Dari jaman membuat cerita, aku selalu bercerita tentang si dia, yang membuat keputusan sepihak untuk menjalani kehidupannya tapi tidak mampu lepas dari orang tua.
Pada saat seperti ini, si bungsu yang ego nya belum stabil dan si dia yang punya ego anak pertama, membuat aku bingung bagaimana aku seharusnya.
Ketika aku katakan jangan bicara kasar dan tidak menghargai yang lebih tua, dia marah besar karena menurutnya dia benar. Hingga kini ia hilang kabar.
Aku sedih bukan main.
Kasihan melihat si dia, dan menyesal bertengkar dengan si bungsu. Padahal aku seharusnya tidak ikut campur.
Tidak pernah seperti ini sebelumnya. Paling pertengkaran kecil biasa.
Aku mencoba hubungi, tapi tak ada jawaban.
Padahal dia online beberapa menit yang lalu.
Aku benar benar sadar, dia memiliki karakter yang sangat keras.
Dia benar benar tidak aku kenali.

Apakah dia kepada temannya seperti itu?
Aku rindu kenakalan kecil masa sebelum dewasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar